Situs Resmi • Pelaksanaan Program Badan Gizi Nasional
Indonesia
SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)
SPPG Banyumas Kalibagor Kaliori (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)
Berita Nasional (BGN)

MBG Beroperasi Kembali dengan Sistem Pengawasan Keamanan Pangan yang Diperkuat

Liputan6 • 31 Maret 2026

MBG Beroperasi Kembali dengan Sistem Pengawasan Keamanan Pangan yang Diperkuat

  • Sumber: Liputan6
  • Tanggal: 31 Maret 2026
  • Tautan asli: https://www.liputan6.com/news/read/6307401/mbg-kembali-berjalan-dengan-pengawasan-keamanan-pangan-berlapis
  • Gambar: https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/R71Niokclm8xudu8anLGN0-k3A8=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542600/original/033859600_1774947517-foto5.JPG

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dijalankan setelah Lebaran dengan peningkatan pengawasan keamanan pangan di seluruh proses produksi hingga distribusi. Pada hari pertama operasional, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harapan Mulia I Kemayoran menyalurkan 3.298 porsi melalui sistem yang telah melalui evaluasi menyeluruh.

Kepala SPPG Harapan Mulia I Kemayoran, Fakhri Irfan Pribadi, menjelaskan bahwa sebelum program kembali berjalan, dilakukan evaluasi bersama sejumlah pihak untuk memastikan mutu layanan tetap terjaga.

“Menjelang dimulainya kembali MBG pasca Lebaran atau Ramadan, para relawan menyambut dengan antusias karena dapat kembali bertugas. Persiapan dilakukan seperti sebelumnya, yakni melalui evaluasi sebelum masuk ke tahap operasional,” ujar Fakhri di SPPG Harapan Mulia, Selasa (31/3).

Ia menambahkan bahwa evaluasi dilakukan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal melibatkan BGN, mitra yayasan, dan relawan, sementara secara eksternal berkoordinasi dengan lembaga terkait keamanan pangan seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan.

Distribusi pada hari pertama mencakup tujuh sekolah dan satu posyandu dengan jadwal yang telah diatur. “SD pukul 07.00, SMP pukul 09.30, SMA/SMK pukul 11.00–12.00, serta posyandu pukul 09.00,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan kualitas makanan dilakukan secara ketat sebelum didistribusikan. Uji organoleptik dilakukan bersama KSPG dan ahli gizi, dan makanan yang tidak memenuhi standar dari segi aroma, tekstur, atau kualitas akan ditarik.

Selain itu, sistem keamanan pangan diterapkan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. SPPG menerapkan standar kebersihan personal yang ketat serta sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses distribusi. Bahan yang tidak memenuhi kriteria juga akan dikembalikan kepada pemasok.

Berbagai aspek operasional turut menjadi bagian dari evaluasi berkala, mulai dari kualitas makanan, kebersihan relawan, keamanan pangan, kapasitas sumber daya manusia, edukasi gizi, pengelolaan limbah, hingga sanitasi lingkungan.

SPPG juga mengantisipasi potensi risiko pada penerima manfaat, termasuk alergi makanan. Pendataan dilakukan bersama pihak sekolah, dan menu akan disesuaikan jika ditemukan alergi, misalnya mengganti ikan dengan ayam.

Dari sisi tenaga kerja, keterlibatan masyarakat sekitar menjadi perhatian utama. “Sesuai petunjuk teknis, 70% SDM berasal dari warga setempat,” kata Fakhri.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas relawan dilakukan secara rutin guna menjaga konsistensi penerapan standar operasional. Evaluasi dilakukan secara berkala setiap satu hingga dua minggu, mencakup edukasi gizi, pelatihan relawan, serta peningkatan kemampuan SDM.

Dengan penguatan sistem pengawasan dan evaluasi berkelanjutan, program MBG diharapkan dapat terus berjalan dengan standar keamanan pangan yang terjaga serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Kembali ke daftar berita